12 Juli 2016

Masih Seputar Lamaran & Tunangan; Lokasi dan Konsep Acara

Sebelum aku ceritain detail lokasi, sebaiknya aku ceritain dulu konsep yang akan dipakai pada acara lamaran & tunanganku besok 28 Agustus 2016...

Tepat seminggu setelah mas indra menyampaikan keinginannya untuk melamar, aku, ibu, dan adekku pergi ke rumah simbah karena kebetulan ada acara peringatan kematian Pakdhe... Disana akhirnya aku bongkar lemari simbah, karena seingatku tanteku pernah bercerita tentang kebaya lamaran ibu...

Akhirnya aku menemukan 4 kebaya tua tersimpan rapi di lemari, kebaya ibu waktu tunangan, midodadeni, pemberkatan pernikahan dan 1 kebaya simbah yang dipakai saat tunangan ibu...

Tak hanya kebaya, tapi juga album foto saat tunangan bapak dan ibu... Super excited doong, pas lagi mau dilamar, pas nemuin foto-foto bapak dan ibu... Akhirnya muncul ide untuk konsep lamaranku besok, yakni Recreate Memories. Mengulang kembali memori saat bapak dan ibu tunangan dulu...

Ke-lebay-an Tingkat Kelurahan, Custom Book: Wedding Preparation Journal

Judulnya aneh yaaa... Wkwkwkwk... Ini asli lebay banget, entah lebay atau niat banget... Karena aku adalah anak pertama perempuan di keluargaku, kedua kakakku cowok semua... Jadi prosesi dilamar dan nantinya akan istilah jawanya ngunduh mantu untuk pertama kali di rumah kami ya pas aku nikahan besok... Maka dari itu, aku sudah mempersiapkan agar proses ini tercatat dengan baik, misalnya dari mulai persiapan lamaran sampai ke pernikahan itu dicatat dalam buku khusus...
 
Hasil browsing sana-sini, akhirnya pesan buku custom ke Custombook.id, masnya responsive dan cepet banget kasih revisi desain... Udah gitu, seminggu bukunya udah jadi... Pengen tau hasilnya kayak apa, taraaaaaaa....

Sekilas Mengenai Lamaran dan Tunangan dalam Adat Jawa Yogyakarta

Setelah diputuskan bersama pada tanggal 28 Agustus 2016 nanti, mas Indra dan keluarga besarnya akan datang untuk melamar. Sebelumnya kami berdua masih bingung apakah acara yang akan kita lakukan itu lamaran ataukah tunangan. Nah, mungkin juga banyak yang bingung mengenai perbedaan lamaran dan tunangan, berikut bakal aku ringkas dari beberapa sumber mengenai tatacara lamaran dan tunangan dalam adat Jawa khususnya untuk Yogyakarta.
  1. Lamaran secara personal (Informal). Dilakukan oleh seorang pria menyatakan keseriusannya untuk melamar, dalam hal ini calon mempelai pria datang ke rumah orang tua calon mempelai wanita sendiri dan menyatakan keseriusan, kesiapan (ekonomi), niat dan tekad yang tulus untuk menikahi calon mempelai wanita dengan kesungguhan cinta dan agama. Disini Calon mempelai Pria kemudian membicarakan dan meminta konfirmasi waktu (jam, hari dan tanggal) kepada orang tua calon mempelai wanita untuk melaksanakan Lamaran Semi Formal selanjutnya. Dalam kasus yang aku alami, disini mas Indra melakukan pembicaraan kepada bapak dan ibu dan mengutarakan niatnya untuk melamar.
  2.  
    Maunya dilamar yang romantis gini atuhlaah.. :p
     
  3. Lamaran semi formal (Tembungan). Calon mempelai Pria datang (sesuai konfirmasi waktu yang telah ditentukan sebelumnya) dengan didampingi oleh kedua orang tua, kerabat dan saudara-saudara (dalam hal ini, bisa hanya saudara / kakak laki laki/ orang yang dituakan dalam adat jika kedua orang tua sudah meninggal).

11 Juli 2016

Lamaran; Fase Baru Dalam Hidup, Serasa Masih Mimpi!

Hai there, yes you... Thank you for reading yaa...

Setelah hampir 3 tahun tidak menulis di blog, keinginan menulis datang lagi... Banyak alasan sebenarnya, tapi yang paling utama adalah keinginan untuk berbagi informasi kepada orang-orang diluar sana yang (mungkin) sedang mengalami hal-hal yang akan aku alami...

Jadiiiiiii... Tema tulisan-tulisanku dalam beberapa bulan ke depan adalah seputar PERNIKAHAN, iyaaaa pernikahan... Yay, akhirnya setelah berpacaran 3,5 tahun, pacarku yang seksi montok bahenol, mas Indra memutuskan akan meminang dan mempersunting kekasih hatinya ini... Duileeee bahasanya... Hahahaa...

Singkat cerita, di suatu malam yang dingin, dengan angin semilir sepoi sepoi, suara jangkrik menjadi background, mas Indra mengungkapkan niatnya untuk menuju fase baru, yakni menikah... Tidak seperti lelaki pada umumnya yang terkesan cuek bebek, mas Indra malah excited sendiri... Dia mulai bertanya-tanya kalau mau ngelamar tu caranya gimana, terus harus bawa apa... *belum-belum udah nanya mau bawa apa, kalau aku sih simple mas, emas batangan 2kg cukup* hahahahahaaaa...  *bisa ditabok sendal kalo gitu ceritanya*

25 September 2013

Maybelline Clear Smooth All in One Shine Free Cake Powder

huaa... after years (buseet, padahal juga baru berapa bulan) akhirnya pengen ngeblog lagi akibat insomnia akut yang mulai datang lagi... hoaaahhmmm...
beberapa bulan terakhir ini hectic banget urus kepindahan dari Bandung ke Jogja, yapp finally miinan jadi warga Jogja yang istimewa lagi... Makanya harus mulai beradaptasi lagi dengan cuaca Jogja yang ababil, kadang panasnya minta ampun eh ujung-ujungnya ujan deres... fiiuuhh...
sebenernya miinan bukan tipe yang demen pake compact powder a.k.a bedak padat, yaa bukan nggak suka sih, tapi lebih menghindari aja... soalnya udah manteb pake loose powder biar nggak cepet jeweri alias jerawatan dan nggak komedoan juga... soalnya emang kata dokter kulit yang pernah nanganin aku, sebenernya compact powder itu bisa bikin komedoan terutama buat yang nggak ngebersihin sisa-sisa makeupnya dengan baik, so gals, bersihin muka setelah seharian beraktifitas dan menggunakan compact powder itu harus yaa...